Ini dia kesalahan paling umum: mengusap lensa kacamata dengan baju atau tisu sembarangan. Padahal, debu dan partikel kecil di permukaan kain bisa jadi "amplas" yang bikin lensa baret
Solusinya:
Gunakan cairan pembersih khusus kacamata dan kain microfiber bersih. Semprotkan cairan ke kedua sisi lensa, lalu usap perlahan dengan kain microfiber. Kain microfiber dirancang khusus agar tidak menggores lensa.
Bilas dengan air mengalir (jika memungkinkan). Untuk kotoran yang membandel, bilas kacamata di bawah air mengalir (gunakan air dingin atau suam-suam kuku, jangan air panas ya!) sebelum membersihkannya dengan cairan dan kain. Pastikan airnya bersih dan bebas sabun keras.
Kacamata yang tergeletak sembarangan di meja, sofa, atau dashboard mobil adalah resep bencana. Kacamata bisa terinjak, tertindih, atau terpapar suhu ekstrem yang merusak bingkai dan lensa.
Solusinya:
Selalu gunakan hard case atau soft pouch. Hard case memberikan perlindungan maksimal dari benturan, sedangkan soft pouch cocok untuk melindungi dari goresan saat disimpan di dalam tas.
Hindari suhu ekstrem. Jangan tinggalkan kacamata di dalam mobil yang terparkir di bawah sinar matahari langsung. Panas berlebih bisa merusak lapisan lensa dan membuat bingkai melar atau bahkan retak.
4. Lepas dan Pakai dengan Dua Tangan
Kebiasaan melepas atau memakai kacamata dengan satu tangan mungkin terlihat keren, tapi ini bisa membuat bingkai bengkok atau bahkan patah.
Solusinya:
Gunakan kedua tangan saat melepas atau memakai kacamata. Pegang kedua gagang kacamata secara bersamaan untuk memastikan tekanan yang merata dan mencegah bingkai melar atau bengkok.
Meski sudah dirawat dengan baik, kacamata tetap butuh "servis" berkala.
Solusinya:
Kunjungi optik langgananmu setidaknya setiap 6 bulan sekali. Biasanya, mereka akan membantu membersihkan kacamata secara profesional, mengencangkan sekrup yang longgar, atau meluruskan bingkai yang sedikit bengkok. Layanan ini seringkali gratis, lho!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar